Tata caranya sebagai berikut:
1. Pergi ke Dinas Peternakan setempat
(sesuai KTP pendaftar), sampaikan niat Anda untuk kirim burung. Nanti
di tempat itu Anda akan diminta mengisi formulir yang sudah tersedia,
antara lain jenis burung, jumlah dsb… Di sini tidak ada tarif baku
pembayaran. Ya sifatnya sukarela. Bisa 10.000 atau 20.000 tergantung
kedermawanan Anda hehehe. (Prosesnya sangat simpel dan cepat).
2. Urusan dengan Dinas Peternakan
selesai, Anda berangkat ke Bagian Karantina Hewan di Bandara tempat
Anda mau mengirim burung. Di tempat ini Anda akan mendapatkan secarik
surat keterangan (surat karantina) dengan biaya per ekor burung
tergantung kebijakan kantor setempat. Biasanya sekitar Rp. 3.000 s/d Rp.
5.000 per burung. (Proses sangat simpel dan cepat).
3. Setelah urusan selesai, Anda bisa
membawa burung dan surat keterangan itu ke Bagian Cargo Bandara untuk
pengurusan pengepakan dan sebagainya. Biaya pengiriman dihitung
berdasar volume tempat burung yang Anda gunakan.
4. Untuk pengiriman via jasa paket udara
(di cargo) Anda harus siap berkoordinasi dengan penerima burung di
Bandara tujuan pengiriman (teman, pembeli dsb) untuk menjemput burung
di bandara.
Pada saat di Bagian Cargo, Anda akan
mengisikan nama dan alamat penerima barang. Dengan membawa KTP atau
identitas lain, si penerima bisa menunjukkan identitas dirinya ketika
mau mengambil burung di bandara tujuan.
Dengan demikian, untuk setiap kali
pengiriman Anda harus memastikan pesawat apa yang digunakan untuk
pengiriman, jam kedatangannya di bandara tujuan dsb-dsb sehingga begitu
burung mendarat di Bandara, teman atau pembeli burung sudah ada di
sana sehingga burung tidak perlu berlama-lama di gudang cargo (bisa KO
bila kelamaan).
Sedangkan jika Anda juga terbang bersama
pesawat pembawa burung, maka nanti Anda sendiri yang akan mengambilnya
dengan menunjukkan identitas diri sesuai dokumen pengiriman burung.
Tips:
1. Siapkan burung dengan packing yang
kuat tetapi berlubang sehingga burung bisa bernafas dengan leluasa.
Usahakan volume wadah burung yang cukup untuk burung tetapi tidak
terlalu besar sehingga bisa menekan biaya.
2. Siapkan pakan padat misalnya pisang atau kates untuk burung pemakan buah, sayur untuk burung pemakan sayur dan canary seed (misalnya burung kenari), kroto atau jangkrk yang sudah dihilangkan kakinya untuk burung yang nggak doyan buah atau sayuran serta bijian.
3. Pilih pesawat dengan penerbangan
paling awal, sebagai persiapan jika terjadi penundaan pemberangkatan
sehingga ada kemungkinan burung tetap terkirim hari itu juga.
4. Pastikan jalur penerbangan yang Anda gunakan aman dari kemungkinan penundaan penerbangan.
5. Jika Anda mengirim tanpa menyertai
penerbangan pesawat pembawa burung, pastikan penjemput burung langsung
menuju ke Gudang Cargo penerimaan barang begitu pesawat mendarat.
6. Berdoa semoga burung selamat sampai tujuan. Hehehe…pasti dong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar